UNTUK WARGA DESA SIDOAGUNG YANG ADA DIPERANTAUAN DIMOHON UNTUK TIDAK MUDIK SELAMA MASA TANGGAP DARURAT COVID-19

UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA DEMI MEMUTUS MATA RANTAI PERKEMBANGAN COVID-19 MARILAH KITA IKUTI PROTAP CUCI TANGAN DAN PAKAI MASKER BILA  KELUAR RUMAH

 

Budidaya Ikan Patin

05 September 2016 01:39:45 Perikanan

Seleksi adalah kegiatan memilih atau memisahkan antara induk-induk yang sudah matang gonad, atau matang telur dengan yang belum. Tujuannya untuk mendapatkan induk-induk yang siap mijah, dimana telur bisa dibuahi dan spermanya bisa membuahi. Kegiatan ini dilakukan setelah pematangan gonad dan sebelum pemijahan.

Sebelum seleksi air kolam disurutkan hingga setinggi 5 cm. Induk ditangkap satu persatu, lalu dilihat kematangan gonadnya. Induk yang matang gonad dimasukan dalam plastik atau karung yang halus dan basah, kemudian diangkut ke bak pemberokan, sedangkan induk yang belum matang gonad dikembalikan lagi ke kolam.

Tanda-tanda induk yang sudah matang atau siap memijah dapat dilihat dari keadaan perut, lubang kelamin dan gerakannya. Induk betina yang siap memijah ditandai dengan perutnya yang gendut, lubang telur membengkak, berwarna kemerahan dan gerakannya yang lamban.

Sedangkan induk jantan yang matang kelamin ditandai dengan warna tubuh lebih cerah, alat kelamin berwarna kemerahan, kemudian bila diurut keluar cairan berwarna putih susu. Pengurutan harus hati-hati dan pelan agar spermanya tidak terlalu banyak keluar. Selain itu juga agar induk jantan tidak stress.

Selain ciri-ciri diatas, induk patin yang akan dipijahkan harus sehat dan tidak luka. Induk yang sakit atau terluka dapat menghambat proses pemijahan. Kadang-kadang induk-induk itu tidak memijah. Karena itu seleksi ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak sembarangan. Untuk menjaga agar tidak menular kepada induk-induk yang lain, maka Induk-induk yang sakit atau luka harus dipisahkan.

Satu hal lagi yang diperhatikan dalam seleksi. Jumlah induk jantan yang ditangkap harus lebih banyak dari yang dibutuhkan. Karena meskipun tanda-tanda induk-induk sudah jelas, tetapi seringkali penglihatan mata sering keliru. Terkadang induk jantan yang dianggap sudah matang kelamin malah tidak matang. Atau bisa juga kelebihan jantan yang ditangkap digunakan sebagai cadangan. Sumber (http://www.bibitikan.net/ )

Ikan Patin Dapat Dibudidayakan di Kolam Terpal

Budidaya ikan patin sangat mudah untuk dilakukan dan tidak begitu memerlukan perlakuan khusus, bisa dibilang sama seperti pada budidaya ikan air tawar lainnya. Seiring dengan kebutuhan masyarakat pada konsumsi ikan, budidaya ikan patin saat ini mulai berkembang dan dilirik oleh sebagian besar petani ikan.

Deni Rusmawan, salah seorang pembudidaya ikan patin asal Sukabumi, Jawa Barat, bilang, budidaya ikan patin terbagi dalam tiga tahap. Yaitu, tahap pembenihan, pendederan dan pembesaran. Di tahap pembenihan, pebudidaya fokus pada usaha penetasan telur ikan patin hingga menjadi benih.

 

Menurut Deni, proses pembenihan ini memakan waktu sekitar 20 hari sampai benih patin mencapai panjang 1 inci. “kalau sudah 1 inci benih ikan patin siap dijual,” ujar Deni.

Sedangkan pendederan merupakan tahap pembesaran benih hingga panjangnya mencapai 3 inci. Ikan patin dengan ukuran ini juga bisa dijadikan bibit.

 

Pendederan ini untuk memenuhi permintaan pelanggan yang menginginkan benih ikan patin siap tebar di kolam. Lamanya tahap pendederan ini memakan waktu 1,5 bulan.

Pada proses pembesaran, ikan patin digemukkan hingga mencapai berat yang diinginkan. “Biasanya sampai beratnya 0,5 kilogram (kg) atau 1 kg,” jelas Deni.

 

Dari panjang 3 inci hingga mencapai berat 1 kg, kira-kira memerlukan waktu sekitar empat bulan. Untuk pemberian pakan, bisa menggunakan pelet ikan apa saja. Asal, kata Deni, ukuran pakan disesuaikan dengan diameter mulut ikan patin.

Bila dalam satu kolam menampung 5.000 ekor patin dan ingin menghasilkan total bobot 100 kg, pemberian pakannya mencapai sekitar 10�ri total target berat hasil panenan.

“Jadi kalau ingin menghasilkan 100 kg ikan, pemberian pakannya 10 kg selama proses pembesaran tersebut,” ujar Deni.

 

Retno Kintoko, pembudidaya patin asal Subang, Jawa Barat, menambahkan, jenis kolam bisa mengurangi ongkos produksi. Menurutnya, budidaya ikan patin bisa dilakukan di sudut-sudut rumah dengan membangun kolam terpal.

 

Sifatnya yang semi permanen membuat kolam jenis ini dapat dipindah sesuai selera dan kebutuhan. Sementara untuk tahap pembenihan bisa dilakukan di akuarium. Maklum, dalam tahap pembenihan tidak memerlukan kolam besar.

 

Benih yang sudah menetas dipelihara di akuarium hingga berumur 15 hari. Setelah berumur 17-18 hari, benih dijarangkan di kolam pendederan yang lebih luas dengan menjaga kondisi lingkungan, makanan cukup, serta kualitas airnya.

(Sumber : Kontan) http://www.bibitikan.net/

Harga Cenderung Stabil, Budidaya Ikan Patin Menjadi Primadona Baru

Budidaya ikan patin sangat melambung peminatnya dan semakin populer di kalangan pembudidaya ikan air tawar. Ikan patin sebagai komoditas budidaya air tawar saat ini tak kalah populer dibandingkan ikan lele dan gurami. Tak sedikit pembudidaya yang mulai melirik ikan yang termasuk keluarga Pangasius ini. Harganya yang cenderung lebih stabil menjadikan patin sebagai primadona baru.

Moh. Suahili, pembudidaya patin di Tulungagung menjelaskan, harga patin di pasaran memang fluktuatif, namun perubahannya tidak sekencang ikan air tawar yang lain. “Budidaya patin tidak menjanjikan keuntungan yang besar, keuntungannya sedikit tapi pasti,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Heli ini menuturkan bahawa dirinya pernah membudidayakan gurami. Sekali waktu saat panen ikan bercambuk tersebut, dia pernah menangguk keuntungan hingga 300%, namun sekali waktu juga pernah tidak untung sama sekali. “Beda dengan patin, harganya bisa dikatakan lebih ‘aman’,” jelasnya.

Teknis Budidaya

Heli mengelompokkan fase budidaya patin menjadi dua tahap, pendederan dan pembesaran. Pendederan merupakan fase saat ikan dipelihara dari ukuran 1 incihingga 3 inci, sedangkan fase pembesaran adalah pemeliharaan ikan mulai ukuran 3 incihingga ukuran panen. “Fase pendederan butuh waktu 1 bulan, sedangkan pembesarannya sekitar 6 bulan baru dipanen dengan bobot 7 ons. Tapi bisa saja dipelihara hingga 7 – 8 bulan dan dipanen dengan bobot 1 kg, tergantung pasarnya,” paparnya.

Pemilik 90 bangunan kolam permanen yang tersebar di 8 lokasi ini mengungkapkan bahwa benih patin ukuran 1 incidia perolehdari Bogor dengan harga Rp100 per ekor. Jika sudah mencapai ukuran 3 incidan ada permintaan, Heli menjualnya kembali dengan harga Rp 300 per ekor, sedangkan untuk ukuran panen dirinya membanderol Rp14.000 per kg.

Menurutnya, teknis budidaya patin tidak terlalu rumit. Penyakit pun terhitung jarang sekali terjadi. Satu hal yang membutuhkan perhatian khusus adalah program penggantian air. Di kolam miliknya, selama masa pendederan, Heli mengganti air kolam 10 hari sekali dengan volume penggantian air mencapai 60�lam sekali waktu. “Kalau untuk fase pembesaran, penggantian airnya 2 hari sekali tapi volume air yang diganti hanya 10 – 15%,” jelas pria yang saat ini memiliki populasi 100 ribu ekor patin ini.

Lanjutnya, program penggantian air yang benar dan teratur akan meminimalisir potensi penyakit yang menginfeksi ikan. Heli yang belajar budidaya ikan secara otodidak ini memaparkan, indikasi air yang bagus untuk patin berwarna hijau, tapi tidak keruh. Jika warna airnya agak putih, bisa disebabkan karena pemberian pakan terlalu banyak sehingga pakan yang belum tercerna sempurna akan dikeluarkan oleh ikan. “Itu salah satu sebab air cepat rusak,” cetusnya.

Sulit di Awal

Untuk pemasaran patin yang di beberapa daerah dikenal dengan nama jambal ini menurut Heli cukup sulit pada mulanya karena sebagian orang masih menganggapnya baru. “Ya, diawal-awal tahun 2000 dulu masih jarang orang yang mengonsumsi patin, sekarang orang sudah mulai terbiasa,” terangnya.

Namun saat ini pemasaran ikan patin milik Heli sudah bisa menembus Surabaya dan Jakarta. “Bahkan ada yang dibeli oleh pabrik untuk diolah menjadi nugget, tempura, bakso,serta fillet,” ujarnya. (sumber: trobos) http://www.bibitikan.net/

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator Kalurahan untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Aparatur Kalurahan

Kepala Desa Sekretaris Desa Kepala Urusan Keuangan Staf Desa Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Staf Desa Staf Desa Staf Desa Kepala Urusan Perancanaan Staf Desa Kepala Seksi Pemerintahan Staf Desa Kepala Seksi Kesejahteraan Staf Desa Kepala Seksi Pelayanan Staf Desa

Sinergi Program

Pemda Sleman
Kominfo Sleman
BPPKI Yogyakarta
Sidesi Manis
SID KEMENDESA
Prodeskel

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Kantor Kalurahan

Alamat Jl. Godean km. 10, Sidoagung Godean Sleman
Kalurahan SIDOAGUNG
Kepanewon Godean
Kabupaten Sleman
Kodepos 55564
Telepon (0274) 797406
Email [email protected]

Info Media Sosial

Komentar Terkini