UNTUK WARGA DESA SIDOAGUNG YANG ADA DIPERANTAUAN DIMOHON UNTUK TIDAK MUDIK SELAMA MASA TANGGAP DARURAT COVID-19

UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA DEMI MEMUTUS MATA RANTAI PERKEMBANGAN COVID-19 MARILAH KITA IKUTI PROTAP CUCI TANGAN DAN PAKAI MASKER BILA  KELUAR RUMAH

 

KEGIATAN NYADRAN WARGA RW 7 GODEAN IV, SIDOAGUNG

09 Maret 2024 04:19:36 Berita Desa

Nyadran merupakan salah satu tradisi menjelang datangnya bulan Romadhan yang hingga kini masih banyak dilakukan masyarakat utamanya di pulau Jawa. Masyarakat Jawa yang khususnya tinggal di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur menjalankan tradisi nyadran menjelang atau menyongsong bulan Romadhan. 

Warga masyarakat RW 7 Godean IV, Sidoagung tahun ini juga melaksanakan tradisi nyadran pada hari Jumat wage tanggal 8 Maret 2024 bertempat di depan makam Sasonoloyo Jetis IV Sidoagung Godean. Kegiatan nyadran diawali dengan bersih bersih makan dan di akhiri sebagai puncak kegiatan yakni kembul bujono atau makan bersama yang menjadi satu rangkaian dengan bersama sama membaca Tahlil untuk mendoakan para leluhur.

Menurut ketua panitia nyadran Bagio Purnomo, setiap tahun masyarakat RW 7 Sidoagung Godean selalu mengadakan atau melaksanakan tradisi nyadran. selalin sebagai upaya menjaga/memetri/memelihara tradisi wujud ungkapan rasa syukur dengan mendoakan para leluhur yang telah meninggal, pelaksanaan nyadran dimaksudkan juga sebagai ajang silaturahmi, mempererat tali persaudaraan, dan memupuk rasa empaty dan kegotongroyongan warga.

Istilah nyadran sendiri adalah berasal dari bahasa sanskerta yaitu dari kata "Sraddha" yang artinya keyakinan.Tradisi ini merupakan suatu bentuk kepercayaan masyarakat terhadap nenek moyang atau yang dikenal dengan animisme. Saat agama Islam masuk ke tanah Jawa melalui para wali, tradisi yang ada tidak dihilangkan atau ditinggalkan, namun justru dijadikan alat untuk menyebarkan Islam. Akulturasi budaya jawa dan ajaran Islam tersebut telah membawa perubahan pada tradisi "Sraddha". Awalnya sebelum Islam masuk tradisi Sraddha dimaksudkan untuk memperoleh berkah, pada perkembangannya tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas limpahan anugerah Alloh SWT. 

Nyadran tidak hanya sekedar ziarah ke makam leluhur tetapi juga mengandung nilai nilai sosial budaya seperti gotongroyong, pengorbanan, ekonomi, menjalin  silaturahmi, dan saling berbagi antar warga masyarakat di suatu lingkungan. Tradisi nyadran dilakukan dengan kearifan lokal masing-masing, sehingga di beberapa tempat terdapat perbedaan perbedaan di dalam prosesi pelaksanaannya.

 

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator Kalurahan untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Aparatur Kalurahan

Kepala Desa Sekretaris Desa Kepala Urusan Keuangan Staf Desa Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum Staf Desa Staf Desa Staf Desa Kepala Urusan Perancanaan Staf Desa Kepala Seksi Pemerintahan Staf Desa Kepala Seksi Kesejahteraan Staf Desa Kepala Seksi Pelayanan Staf Desa

Sinergi Program

Pemda Sleman
Kominfo Sleman
BPPKI Yogyakarta
Sidesi Manis
SID KEMENDESA
Prodeskel

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Kantor Kalurahan

Alamat Jl. Godean km. 10, Sidoagung Godean Sleman
Kalurahan SIDOAGUNG
Kepanewon Godean
Kabupaten Sleman
Kodepos 55564
Telepon (0274) 797406
Email [email protected]

Info Media Sosial

Komentar Terkini